Jumat, 21 Oktober 2011
Resume Kelompok 3 ; Proses yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan
Resume berikut adalah resume pengaruh pengambilan keputusan. Pengaruh adalah kegiatan yang baik secara langsung atau tidak langsung mengakibatkan suatu perubahan perilaku dan sikap orang lain atau kelompok. elemen-elemen proses yang mempengaruhi yaitu rang yang berperan penting dalam sebuah organisasi, metode yang saling berkaitan, dan orang yang mengikuti di dalamnya.
Kamis, 13 Oktober 2011
Resume Kelompok 2 Konflik Dalam Berorganisasi
Resume kelompok selanjutnya yaitu konflik di suatu organisasi.Definisi konflik adalah suatu proses antar kelompok yang saling menyisihkan. Adanya konflik diakibatkan oleh. selisih pendapat , ketidak setujuan , perbedaan nilai budaya dan tujuan, serta sikap egois yang dimiliki oleh anggotanya. Konflik dibagi menjadi 3 yaitu ,individu dengan individu, individu dengan kelompok dan kelompok dengan kelompok. Cara pencegahan adanya konflik adalah dilakukannya musyawarah pada saat pengambilan keputusan atau semacamnya dan berkompromi agar pendapat yang di ajukan oleh salah satu anggota dapat dipertimbangkan.
Resume Kelompok 1 Arti Penting Organisasi Dalam Masyarakat
Resume kelompok 1 adalah tentang arti dari organisasi dalam masyarakat. Organisasi adalah sekelompok individu yang berkumpul dalam satu wadah untuk mencapai suatu tujuan yang sama untuk mensejahterakan anggotanya.Contohnya organisasi dalam masyarakat seperti Partai Politik, Organisasi sosial seperti koprasi, dan BEM yang berada di lingkungan kampus.Peranan penting organisasi dalam masyarakat yaitu dapat membantu masyarakat lebih aktif di dalam lingkungannya dan mendukung proses sosialisasi masyarakat.
Kamis, 29 September 2011
Proses yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan Dalam Organisasi
Kelompok 3
Kelas 2KA20
1. Agus Triono
2.Angga Dwi Abdurrahman
3.Bismo Nugroho Aji
4.Ery Nur Ekhwanto
5.Kemas Aulya Rachman
Kelas 2KA20
1. Agus Triono
2.Angga Dwi Abdurrahman
3.Bismo Nugroho Aji
4.Ery Nur Ekhwanto
5.Kemas Aulya Rachman
6.Muhammad Iqbal Akbar
7.Regi Dwi Anugrah
7.Regi Dwi Anugrah
8.Sari Anggilia Pratiwi
Pengambilan keputusan artinya menentukan suatu jalan keluar dari suatu permasalahan dengan kata lain menentukan alternatif terbaik dari beberapa alternatif yang mungkin dilakukan untuk memecahkan masalah yang sedang dihapadi oleh organisasi itu. Terdapat beberapa jenis keputusan dalam proses pengambilan keputusan. Berdasarkan keputusan yang harus diambil oleh level manajemen di suatu organisasi, keputusannya terdiri dari :
- Keputusan strategis, yaitu keputusan yang dibuat oleh manajemen puncak dari suatu organisasi;
- Keputusan taktis, adalah keputusan yang dibuat oleh manajemen menengah;
- Keputusan operasional, adalah keputusan yang dibuat oleh manajemen bawah.
Proses pengambilan keputusan dalam berorganisasi dibagi menjadi 4 metode yaitu 1.) authority rule without discussion(kewenangan tanpa diskusi), dimana metode ini seringkali digunakan oleh para pemimpin dan memiliki keuntungan yang cepat dalam arti ketika organisasi tidak mempunyai waktu yang cukup untuk memutuskan keputusan. 2.)Expert Opinion(pendapat ahli),metode ini akan bekerja dengan baik, apabila seorang anggota yang dianggap ahli memang benar-benar tidak diragukan lagi kemampuannya dalam hal tertentu oleh anggota organisasi itu. 3.) Authority Rule After Discussion(Kewenangan setelah diskusi) ,metode ini akan meningkatkan kualitas dan tanggung jawab para anggotanya,maksudnya pendapat dari anggota sangat diperhatikan dalam proses pembuatan keputusan, namun perilaku pemimpin dan kelompok masih berpengaruh. 4.) Consensus(Kesepekatan), metode yang terakhir ini memiliki keuntungan yaitu partisipasi penuh dari seluruh anggota akan dapat meningkatkan kualitas keputusan yang diambil, seperti tanggung jawab para anggota dalam mendukung keputusan tersebut.
Setelah mengetahui proses dan metode pengambilan keputusan, berikut adalah proses yang mempengaruhi pengambilan keputusan. Elemen-elemen yang mempengaruhi proses pengambilan keputusan adalah orang yang berperan penting dalam sebuah organisasi ini sesuai dengan metode Authority Rule Without discussion dengan Expert Opinion, dimana orang yang dimaksud ini adalah pemimpin dari suatu organisasi atau orang yang memiliki wewenang dalam organisasi tersebut. Lalu ada metode yang saling berkaitan, maksudnya adalah, metode pengambilan keputusan seperti Consensus dengan metode lainnya. Dan yang terakhir adalah orang yang mengikuti di dalamnya , yang dimaksud bukan hanya anggota organisasi itu, bisa juga orang-orang yang berada di sekitar organisasi itu atau masyarakat sekitar yang pada saat itu hadir saat pengambilan keputusan.
Menurut kami, proses pengembilan keputusan sangat berpengaruh besar dari orang-orang yang ikut serta di dalamnya. Seperti saat ini, DPR ingin menaikkan tarif listrik sebesar 10% tetapi ragu karena, keputusan untuk menaikkan tarif tersebut dibantah dari petinggi DPR dati fraksi suatu partai. Dan bantahan itu ternyata membuat pemerintah ragu akan menaikkan tarif listrik tersebut. Dengan demikian, proses pengambilan keputusan ini dipengaruhi oleh orang yang mengikuti rapat pengambilan keputusan tersebut, dalam artian orang ini adalah anggota dari organisasi bukan masyarakat yang berada di sekitar organisasi tersebut.
Referensi :
http://hutantropis.com/metode-pengambilan-keputusan-dalam-organisasi
Referensi :
Sabtu, 24 September 2011
Kembali Ngampus
Oke, hari pertama pada saat kuliah di kelas KA20, saya bingung karena blom kenal siapa aja teman-teman yg ada di kelas itu, kecualii teman sekelas saya waktu tingkat 1. Mungkin dari teman-teman yg ada di tingkat satu dengan yang sekarang sangat berbeda, wah jelas berbeda ya.. hahaha... Tetapi, hal itu mungkin karena saya blom mengenal lebih dekat dengan mereka. Saat awal perkuliahan dimulai, jeng jeeeeng, dosen pun masuk. Tetapi, dosen yang masuk ini bukan dosen yang jam kuliahnya hari itu, melainkan hari sabtu, oia hari itu tepatnya hari rabu tanggal 21-09-2011. Dosen pun memulai kuliahnya, ntah kenapa pas liat itu dosen kok mirip banget sama tante saya ya haduuuu.. Ah gak penting lah itu, dan saat dia menjelaskan berbagai peraturan, tugas yang akan diberikannya, saya hanya bisa berkata "wooow, maaan, ini dosen kok agak ribet yak" , tapi mungkin ribet yang saya pikirkan juga untuk kebaikan saya dan teman-teman di kelas itu. Dosen yang begini nih, kalo mahasiswanya bengal pasti dikiranya dosen nya tuh gimanaaaa gitu, padahal setelah difikir-fikir. Saya setuju sama ni dosen padahal awalnya saya berpikiran ribet ngerjain tugas-tugasnya. Tapi kan itu biar saya dan yang lainnya bisa gitu. Ah elah banyakan tapinya nih hahaha. Hmm oke, hari kuliah pertama, gak ada dosen pas jam 11 siang, saya kabur ke PIM buat makan siang doang, sekalian cuci mata. Dan benar saja, saya gak nyesel pergi ke PIM, karena di sana lagi ada lamborgini, ferrari,porsche dan ducati lagi nangkring didalem gedung PIM, lebih tepatnya lagi dijual. Pas jam 1, balik lagi ke kampus karena ada dosennya yg ngajar sampe jam 3 dan benar saja, untung saya balik lagi. Karena pada saat itu mata kuliahnya pas matematika, dan saya pun semangat lagi liat itu mata kuliah hahaha. Nah dosennya ini ngasih soal, siapa yang bisa dapet nilai tambahan, nah berhubung pas materi vektor. Untungnya saya bisa kalo vektor, dan saya pun mengacungkan jari untuk mengerjakan soal itu, tapiiii itu dosen gak liat ke arah saya, liatnya kemana tau dah ah sampe gemeter tangan saya, tapi akhirnya saya dipilih juga, dan mendapat nilai tambahan hahaha. Dan yes hari pertama, udah dapet nilai tambahan, gimana hari-hari selanjutnya yaaaa.. hahaha.. Harus semangat kuliah nih kedepannya, banyak rintangan dan sebagainya yang harus saya hadapi ahahahaha.. Itulah kisah saya setelah libur 3 bulan dan kembali ngampus...
Senin, 30 Mei 2011
Suku Karo
Suku Karo adalah suku asli yang mendiami Dataran Tinggi Karo, Sumatera Utara, Indonesia. Nama suku ini dijadikan salah satu nama kabupaten di salah satu wilayah yang mereka diami (dataran tinggi Karo) yaitu Kabupaten Karo. Suku ini memiliki bahasa sendiri yang disebut Bahasa Karo. Pakaian adat suku Karo didominasi dengan warna merah serta hitam dan penuh dengan perhiasan emas.
Terdapat suku Karo di Aceh Besar yang dalam logat Aceh disebut Karee. Keberadaan suku Haru-Karo di Aceh ini diakui oleh H. Muhammad Said dalam bukunya "Aceh Sepanjang Abad", (1981). Ia menekankan bahwa penduduk asli Aceh Besar adalah keturunan mirip Batak. Namun tidak dijelaskan keturunan dari batak mana penduduk asli tersebut. Sementara itu, H. M. Zainuddin dalam bukunya "Tarikh Aceh dan Nusantara" (1961) dikatakan bahwa di lembah Aceh Besar disamping Kerajaan Islam ada kerajaan Karo. Selanjunya disebutkan bahwa penduduk asli atau bumi putera dari Ke-20 Mukim bercampur dengan suku Karo yang dalam bahasa Aceh disebut Karee. Brahma Putra, dalam bukunya "Karo Sepanjang Zaman" mengatakan bahwa raja terakhir suku Karo di Aceh Besar adalah Manang Ginting Suka.
Eksistensi Kerajaan Haru-Karo
Kerajaan Haru-Karo (Kerajaan Aru) mulai menjadi kerajaan besar di Sumatera, namun tidak diketahui secara pasti kapan berdirinya. Namun demikian, Brahma Putra, dalam bukunya "Karo dari Zaman ke Zaman" mengatakan bahwa pada abad 1 Masehi sudah ada kerajaan di Sumatera Utara yang rajanya bernama "Pa Lagan". Menilik dari nama itu merupakan bahasa yang berasal dari suku Karo. Mungkinkah pada masa itu kerajaan haru sudah ada?, hal ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.(Darman Prinst, SH :2004)
Kerajaan Haru-Karo diketahui tumbuh dan berkembang bersamaan waktunya dengan kerajaan Majapahit, Sriwijaya, Johor, Malaka dan Aceh. Terbukti karena kerajaan Haru pernah berperang dengan kerajaan-kerajaan tersebut.
Kerajaan Haru pada masa keemasannya, pengaruhnya tersebar mulai dari Aceh Besar hingga ke sungai Siak di Riau.
Terdapat suku Karo di Aceh Besar yang dalam logat Aceh disebut Karee. Keberadaan suku Haru-Karo di Aceh ini diakui oleh H. Muhammad Said dalam bukunya "Aceh Sepanjang Abad", (1981). Ia menekankan bahwa penduduk asli Aceh Besar adalah keturunan mirip Batak. Namun tidak dijelaskan keturunan dari batak mana penduduk asli tersebut. Sementara itu, H. M. Zainuddin dalam bukunya "Tarikh Aceh dan Nusantara" (1961) dikatakan bahwa di lembah Aceh Besar disamping Kerajaan Islam ada kerajaan Karo. Selanjunya disebutkan bahwa penduduk asli atau bumi putera dari Ke-20 Mukim bercampur dengan suku Karo yang dalam bahasa Aceh disebut Karee. Brahma Putra, dalam bukunya "Karo Sepanjang Zaman" mengatakan bahwa raja terakhir suku Karo di Aceh Besar adalah Manang Ginting Suka.
Kelompok karo di Aceh kemudian berubah nama menjadi "Kaum Lhee Reutoih" atau kaum tiga ratus. Penamaan demikian terkait dengan peristiwa perselisihan antara suku Karo dengan suku Hindu di sana yang disepakati diselesaikan dengan perang tanding. Sebanyak tiga ratus (300) orang suku Karo akan berkelahi dengan empat ratus (400) orang suku Hindu di suatu lapangan terbuka. Perang tanding ini dapat didamaikan dan sejak saat itu suku Karo disebut sebagai kaum tiga ratus dan kaum Hindu disebut kaum empat ratus.
Dikemudian hari terjadi pencampuran antar suku Karo dengan suku Hindu dan mereka disebut sebagai kaum Jasandang. Golongan lainnya adalah Kaum Imam Pewet dan Kaum Tok Batee yang merupakan campuran suku pendatang, seperti: Kaum Hindu, Arab, Persia, dan lainnya.
Tutur Siwaluh
Tutur siwaluh adalah konsep kekerabatan masyarakat Karo, yang berhubungan dengan penuturan, yaitu terdiri dari delapan golongan:
- puang kalimbubu
- kalimbubu
- senina
- sembuyak
- senina sipemeren
- senina sepengalon/sedalanen
- anak beru
- anak beru menteri
Dalam pelaksanaan upacara adat, tutur siwaluh ini masih dapat dibagi lagi dalam kelompok-kelompok lebih khusus sesuai dengan keperluan dalam pelaksanaan upacara yang dilaksanakan, yaitu sebagai berikut:
- Puang kalimbubu adalah kalimbubu dari kalimbubu seseorang
- Kalimbubu adalah kelompok pemberi isteri kepada keluarga tertentu, kalimbubu ini dapat dikelompokkan lagi menjadi:
- Kalimbubu bena-bena atau kalimbubu tua, yaitu kelompok pemberiisteri kepada kelompok tertentu yang dianggap sebagai kelompok pemberi isteri adal dari keluarga tersebut. Misalnya A bermerga Sembiring bere-bere Tarigan, maka Tarigan adalah kalimbubu Si A. Jika A mempunyai anak, maka merga Tarigan adalah kalimbubu bena-bena/kalimbubu tua dari anak A. Jadi kalimbubu bena-bena atau kalimbubu tua adalah kalimbubu dari ayah kandung.
- Kalimbubu simada dareh adalah berasal dari ibu kandung seseorang. Kalimbubu simada dareh adalah saudara laki-laki dari ibu kandung seseorang. Disebut kalimbubu simada dareh karena merekalah yang dianggap mempunyai darah, karena dianggap darah merekalah yang terdapat dalam diri keponakannya.
- Kalimbubu iperdemui, berarti kalimbubu yang dijadikan kalimbubu oleh karena seseorang mengawini putri dari satu keluarga untuk pertama kalinya. Jadi seseorang itu menjadi kalimbubu adalah berdasarkan perkawinan.
- Senina, yaitu mereka yang bersadara karena mempunyai merga dan submerga yang sama.
- Sembuyak, secara harfiah se artinya satu dan mbuyak artinya kandungan, jadi artinya adalah orang-orang yang lahir dari kandungan atau rahim yang sama. Namun dalam masyarakat Karo istilah ini digunakan untuk senina yang berlainan submerga juga, dalam bahasa Karo disebut sindauh ipedeher (yang jauh menjadi dekat).
- Sipemeren, yaitu orang-orang yang ibu-ibu mereka bersaudara kandung. Bagian ini didukung lagi oleh pihak siparibanen, yaitu orang-orang yang mempunyai isteri yang bersaudara.
- Senina Sepengalon atau Sendalanen, yaitu orang yang bersaudara karena mempunyai anak-anak yang memperisteri dari beru yang sama.
- Anak beru, berarti pihak yang mengambil isteri dari suatu keluarga tertentu untuk diperistri. Anak beru dapat terjadi secara langsung karena mengawini wanita keluarga tertentu, dan secara tidak langsung melalui perantaraan orang lain, seperti anak beru menteri dan anak beru singikuri.Anak beru ini terdiri lagi atas:
- anak beru tua, adalah anak beru dalam satu keluarga turun temurun. Paling tidak tiga generasi telah mengambil isteri dari keluarga tertentu (kalimbubunya). Anak beru tua adalah anak beru yang utama, karena tanpa kehadirannya dalam suatu upacara adat yang dibuat oleh pihak kalimbubunya, maka upacara tersebut tidak dapat dimulai. Anak beru tua juga berfungsi sebagai anak beru singerana (sebagai pembicara), karena fungsinya dalam upacara adat sebagai pembicara dan pemimpin keluarga dalam keluarga kalimbubu dalam konteks upacara adat.
- Anak beru cekoh baka tutup, yaitu anak beru yang secara langsung dapat mengetahui segala sesuatu di dalam keluarga kalimbubunya. Anak beru sekoh baka tutup adalah anak saudara perempuan dari seorang kepala keluarga. Misalnya Si A seorang laki-laki, mempunyai saudara perempuan Si B, maka anak Si B adalah anak beru cekoh baka tutup dari Si A. Dalam panggilan sehari-hari anak beru disebut juga bere-bere mama.
- Anak beru menteri, yaitu anak berunya anak beru. Asal kata menteri adalah dari kata minteri yang berarti meluruskan. Jadi anak beru minteri mempunyai pengertian yang lebih luas sebagai petunjuk, mengawasi serta membantu tugas kalimbubunya dalam suatu kewajiban dalam upacara adat. Ada pula yang disebut anak beru singkuri, yaitu anak berunya anak beru menteri. Anak beru ini mempersiapkan hidangan dalam konteks upacara adat.
Suku Aztec (Maya)
Suku Aztec (Maya) adalah orang Amerika Tengah dari sentral Meksiko yang kaya dengan warisan mitologi dan kebudayaan. Dalam bahasa Nahuatl, bahasa suku Aztek, “Aztek” berarti seseorang yang berasal dari Aztlán”. Kaum Aztek juga menyebut diri mereka sebagai Mehika atau Meshika atau Mexica, asal nama “Meksiko”. Penggunaan nama Aztek sebagai istilah yang merujuk kepada mereka yang mempunyai ekonomi, adat, agama, dan bahasa Mexica diawali oleh Alexander von Humboldt.
Legenda Suku Aztec
Aztek merupakan satu dari beberapa kebudayaan, yang disebut secara umum sebagai “nahuas” mengikut bahasa mereka. Ketika kaum Aztek sampai ke lembah Anahuac, mereka dianggap oleh nahuas lain sebagai yang paling tidak berperadaban, jadi mereka memutuskan untuk belajar, dan mengambil dari kaum- kaum lain, mereka banyak belajar dari Toltec tua (yang sering dikelirukan dengan kebudayaan Teotihuacan yang lebih tua. Kaum Aztek menggabungkan beberapa tradisi dicampurkan dengan tradisi mereka sendiri. Karena itu mereka mempunyai beberapa mitos penciptaan, satu darinya menggambarkan empat era sebelum dunia sekarang, kesemuanya berakhir dengan malapetaka. Era kelima akan kekal disebabkan pengorbanan hero kepada matahari. Dongeng ini dikaitkan dengan kota tua Teotihuacan, yang telah musnah ketika kaum Aztek tiba. Mitos yang lain menggambarkan dunia sebagai ciptaan dewa kembar, Tezcatlipoca dan Quetzalcoatl. Tezcatlipoca kehilangan kakinya dalam proses ciptaan dunia dan semua gambaran dewa ini menggambarkan Tezcatlipoca tanpa kaki dan menampakkan tulang. Quetzalcoatl juga dikenali sebagai Tezcatlipoca Putih.
Menurut legenda, mereka mengembara ke Lago de Texcoco di Meksiko Tengah dari suatu tempat di utara yang dikenali sebagai Aztlán. Mereka dipandu oleh dewa mereka Huitzilopochtli. Ketika mereka tiba di sebuah pulau di tengah danau, mereka melihat burung elang memakan seekor ular ketika bertengger di atas kaktus nopal, gambaran yang sesuai dengan ramalan yang menyuruh mereka membuat pemukiman baru di situ. Kaum Aztek membuat kota mereka yang dikenal sebagai Tenochtitlan. Tempat tersebut, pada masa sekarang merupakan pusat kota Meksiko. Burung Elang legendaris itu pun juga terdapat dalam bendera Meksiko.
Hilang Secara Misterius
Lembaran budaya cemerlang yang ditulis bangsa Maya untuk sejarah manusia, telah kita ketahui tingkat keanggunannya. Arkeolog menganggap, kebudayaan bangsa Maya semestinya secara perlahan-lahan terbentuk sejak tahun 2000 SM hingga masa tahun 250 M, setelah tahun 250 M hingga masa tahun 900 M, budaya tersebut memasuki masa keemasan, dan pada abad ke-7 dan 8, memasuki masa yang sangat makmur dan sejahtera.
Tulisan paling dini bangsa Maya muncul menjelang dan sekitar Masehi, namun batu prasasti pertama yang tergali memperlihatkan catatan yang menulis tahun 292 M. Sejak itu, tulisan bangsa Maya hanya tersebar pada areal terbatas. Dan pada tarikh Masehi setelah pertengahan abad ke-5, tulisan bangsa Maya baru secara menyeluruh tersebar ke semua kawasan Maya. Misalnya batu prasasti terakhir diselesaikan pada 869 M, dan batu prasasti terakhir di seluruh kawasan Maya diselesaikan pada 909 M.
Menurut data penelitian: “Suatu hari di tahun 909 M, tanpa sebab yang jelas, 80% bangsa kuno Maya tiba-tiba saja menghilang, tidak hanya meninggalkan kuil yang belum selesai dibangun, bahkan sejumlah besar balairung dewa dan bangunan model raksasa semuanya ditinggalkan begitu saja, terbenam dalam reruntuhan tembok yang roboh. Semua pusat pemujaan juga terhenti aktivitasnya. Kemudian, sejak hari itu, kebijaksanaan leluhur lenyap dengan sangat cepat, dan bangsa Maya yang tertinggal pun mulai berubah menjadi buta pengetahuan dan merosot moralnya.”
Dari bukti penelitian ilmuwan ini, kita dapat memberikan penjelasan yang rasional: Setelah mengalami perkembangan budaya yang tinggi, dikarenakan perkembangan budaya materi, kehidupan bangsa Maya kuno lambat laun merosot, menuju kemerosotan moral masyarakat. Lalu sebagian yang masih disebut kebijaksanaan leluhur itu, pada kenyataannya adalah sekelompok orang yang telah jatuh merosot moralnya, mereka mendorong perkembangan hal yang tidak baik, membuat segenap masyarakat bangsa Maya kuno mengarah menuju kepunahan!
Meskipun terdapat sejumlah dokumen yang tersisa, namun sangat sulit bagi kita untuk memastikan peristiwa mengerikan apa yang sebenarnya terjadi pada tahun 909 M itu, berbagai macam versi hipotesa tentang kepunahan bangsa Maya, misalnya banjir, gempa bumi, angin topan, bencana maupun pendapat lainnya tentang wabah, keracunan massal, penyakit menular, bahkan dikatakan populasi yang membengkak, pembakaran hutan secara berulang kali untuk bercocok tanam yang mengakibatkan tanah gersang, ataupun bencana ekonomi, bahkan dikatakan invasi musuh, perang antarkota, pemberontakan kaum petani maupun masalah sosial seperti bunuh diri massal, dan pendapat lain yang tak terhitung jumlahnya. Apa pun penyebabnya sama sekali tidaklah penting, intinya adalah sejarah sekali lagi telah mempertahankan orang yang baik dan sederhana, sedangkan sebutan “buta pengetahuan dan merosot moralnya” yang digunakan untuk melukiskan keturunan bangsa Maya, hanyalah kaidah yang dilihat oleh mata manusia masa kini,
sangat lugu dan baik seperti tidak berpengetahuan, tidak tahu mengejar keuntungan mendatangkan keputusasaan. Pertanyaannya adalah mengapa sejarah manusia lagi-lagi mencatat lenyapnya umat manusia yang disebut sebagai “kebijaksanaan leluhur”?
sumber :
http://www.koleksiweb.com/iptek/mengenal-suku-aztec-dan-legenda-suku-aztec.html
http://iswank.multiply.com/journal/item/34
Langganan:
Postingan (Atom)